Jumat, 01 Mei 2026

[Book Review] We'll Always Have Summer by Jenny Han

We'll Always Have Summer (Summer #3)
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Gradien Mediatama
303 halaman
Pinjem Rachel's Library

Isabel (Belly) hanya pernah jatuh cinta kepada dua laki-laki, keduanya bersaudara, menyandang nama belakang Fisher. Dan setelah menghabiskan waktu dengan Jeremiah selama dua tahun terakhir, ia hampir yakin dialah belahan jiwanya.

Lalu apa yang terjadi dengan Conrad? Ia belum bisa melupakan kesalahan yang pernah dibuatnya: melepas Belly dari tangannya.

Ketika Isabel dan Jeremiah memutuskan untuk mengabadikan cinta mereka, Conrad tiba-tiba menyadarai bahwa kinilah saatnya atau tidak sama sekali, menyatakan cinta yang selama ini dipendamnya dengan rapi.
Woh, postingan pertama setelah sekian lama hiatus, semoga masih ada yang baca, hehehe. Berhubung saya sudah menulis review dua buku sebelumnya, The Summer I Turned Pretty dan It's Not Summer Without You, makanya saya bertekad untuk menyelesaikan buku ini setelah mungkin ada kali ya sepuluh tahun mandeg XD. Alasan selanjutnya adalah saya mau menonton seriesnya, selain itu karena pinjam juga, jadi daripada mubazir dikembalikan tapi belum dibaca jadi saya memaksakan diri untuk menyelesaikannya.

Review perdana ini nggak akan panjang, karena bukunya sudah saya balikin juga jadi berdasarkan ingatan saja, tidak ada bagian atau yang bisa saya jadikan quote. Di cerita sebelumnya, setelah patah hati dengan Conrad, Belly menerima cinta Jeremiah, adiknya Conrad. Karena hubungan yang tidak berakhir baik tersebut, Conrad selalu menghindar bertemu Belly. Namun, takdir berkata lain, tanpa sengaja mereka bertemu kembali di Cousins Beach. Di mana Belly kabur dari rumah karena rencana pernikahannya dengan Jeremiah tidak disetujui ibunya.

Mundur sebentar sebelum menuju bagian tersebut, di awal ada konflik Belly dan Jeremiah, ada saat mereka bertengkar hebat sampai break, dan di saat itu Jeremiah menghinati Belly. Awalnya Belly tidak bisa memaafkan, tapi Jeremiah bersikeras itu hanya kesalahan terlebih dia melakukan saat mereka 'putus', dan yang sangat dia cintai ialah Belly. Singkatnya dengan berbagai pembelaan dan perasaan yang katanya masih cinta, Belly memaafkan Jeremiah, dan sebagai bukti Jeremiah mengajak Belly langsung menikah.

Tentu saja hal tersebut tidak disetujui ibu Belly, mereka masih kuliah dan sangat muda. Namun keputusan Belly sudah bulat, dengan bantuan temannya dia menyiapkan semua perta pernikahannya, Jeremiah sama sekali tidak membantu, hanya menurut saja. Di saat dia mempersiapkan pernikahan tersebut dia bertemu kembali dengan Conrad. Di saat dia terombang ambing dengan perasaanya sendiri, sebenarnya dia mencintai Conrad atau Jeremiah?

Kenapa saya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan buku ini? Karena perasaan galau dan impulsif Belly, membuat buku ini bertele-tele dan cukup membosankan, coba kalau saya nggak ingin menonton versi adaptasi seriesnya, mungkin akan DNF. Seperti yang pernah saya tuliskan di review sebelumnya, plot cerita buku ini sangat mirip dengan manga Jepang Parfait Tic! di mana satu perempuan terjebak kisah cinta dengan dua bersaudara. Awalnya si perempuan jatuh cinta setengah mati dengan sang kakak, tapi dibuat patah hati, lalu berpacaran dengan adiknya. Hanya saja endingnya cukup berbeda, dan saya lebih menyukai ending buku ini walau bisa dibilang penyelesaian terlalu cepat setelah konflik.

Saya paham, penulis ingin membuat karakter remaja yang galau akan pilihan hidunya, remaja yang penuh gejolak cinta yang kadang sampai tidak bisa berpikir rasional, yang bingung menentukan kata hatinya, itu semua ada pada Belly. Karakter Jeremiah juga tidak jauh berbeda, dia hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan. Yang cukup dewasa tentu saja Conrad. Yah, inilah yang dinamakan remaja, kita tidak akan tahu benar atau salah sebelum melaluinya.

Bukan berarti buku ini ceritanya jelek ya, cuma pace-nya saja yang membuat saya bosan dan lama untuk melanjutkan. Cuma ya itu tadi, malah di bagian penyelesaiannya terlalu cepat. Tapi tetap asik untuk diikuti kok, apalagi yang udah ngikutin series ini dari awal, tentu tidak bisa melewatkan endingnya. Kalau di buku kedua sudut pandangnya dari Belly dan Jeremiah, nah di buku terakhir kita akan melihat dari kacamata Belly dan Conrad. Sebenarnya bagaimana sih perasaan Conrad pada Belly? Itu akan terjawab di buku ke-3 series Summer.

Pilih siapa nih, Jeremiah atau Conrad? Kalau saya jelas Conrad lah XD.

3 Sayap untuk galaunya Belly.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...